Membangun hunian pada sebidang tanah datar adalah hal biasa, tetapi tidak demikian pada lereng bukit. Kemiringan tanah merupakan tantangan tersendiri bagi yang ingin mendirikan bangunan di atasnya. keadaan lahan yang unik ini ternyata justru banyak diminati karena eksotisme dan keistimewaanya, sebut saja rumah yang dibangun di kawasan lereng bukit akan memiliki pemandangan yang lepas dan luas karena tidak terhalang oleh rumah yang lain. Rumah di lereng bukit juga memiliki karakter arsitektur yang kuat bahkan monumental, serta dalam feng-shui rumah yang bersandar di bukit memiliki aliran chi yang kuat dan baik.

MENGENALI KARAKTER LAHAN

Pramestha Resort Town yang terletak di daerah Dago Giri, Bandung Uatara Secara Alami memiliki kontur lahan berupa bukit dan lembah. Sebelum dikembangkan konsep hunian, Pramestha menunjuk konsultan PT Soilen untuk mengadakan studi pertanahan untuk meneliti secara ilmiah kondisi asli tanah, layak atau tidak untuk mendirikan bangunan diatasnya. Gambar A merupakan ilustrasi hasil studi yang menunjukan lapisan tanah di kawasan cluster Akaza di Pramestha Resort Town. Hasil studi menunjukan kondisi tanah kuat dan stabil untuk didirikan bangunan.

1_3

(Gambar a.)

SEDIKIT MELUKAI ALAM

Melihat kondisi alami yang sudah baik ini, perencana bangunan dan arsitek harus bijaksana menyikapinya dengan mencari teknologi yang paling maju untuk membangun hunian yang aman dan nyaman di lahan miring.

Saat ini teknologi telha maju, kita pun bisa kebih pedulu akan pelestarian alam dengan metode pembangunan yang eco-friendly. metode bored-pile (Gambar B) adalah metode pondasi yang dilaksanakan di Pramestha Resort Town. Dengan pondasi bored-pile ini, kita bisa meminimalisir perataan tanah ( cut & fill sehingga kontur tanah asli sedapatnya dipertahankan demi kelestarian alam sesuai aslinya.

2017-09-26_14h25_13

1 Comment

  • Adi
    Posted January 8, 2018 8:31 am 0Likes

    Nice article

Leave a comment